Paragraf pembuka adalah awal artikel atau konten yang menjadi penjelasan utama judul. Kalimat dalam pembuka harus dapat membuat pembaca ingin melanjutkan proses membaca artikel kita. Nah, makanya gak heran kalau paragraf pembuka harus menarik.
Di bawah ini ada tips untuk paragraf pembuka
1. Tidak terlalu panjang dan menggunakan kalimat yang efektif.
Contoh:
Berbicara tentang mobil, setiap orang pasti memiliki mobil favoritnya tersendiri selain memfavoritkan benda-benda lain. Ada yang suka dengan mobil sport, ada yang suka mobil klasik, dan ada juga yang suka dengan mobil keluarga. Sebuah produsen mobil pastinya memiliki pertimbangan sendiri mengenai seberapa banyak mobil yang harus dijual. Mereka pasti tidak mau sembarangan memproduksi mobil apabila peminatnya sedikit. Tapi ada juga sejumlah pabrikan yang sengaja memproduksi mobil dalam jumlah terbatas meski tahu bahwa peminatnya banyak. Hal ini tentunya membuat kesan langka pada mobil tersebut. (X)
(judul dari paragraf itu adalah “10 Mobil Langka Terlangka di Dunia”, lebih efektif bila tidak terlalu bertele-tele berbicara tentang mobil favorit melainkan tentang bagaimana bisa ada mobil-mobil yang langka)
>> Sebuah produsen mobil pastinya memiliki pertimbangan sendiri mengenai seberapa banyak mobil yang harus dijual. Tapi ada juga pabrikan yang justru sengaja memproduksi mobil dalam jumlah terbatas meski tahu bahwa peminatnya banyak. Tujuannya adalah memberikan kesan langka pada produk mereka tersebut. (√)
2. Terbagi dalam 3-5 kalimat.
Contoh:
>> Siapa yang tidak mengenal Michael Essien, tentunya pecinta bola khususnya yang memfavoritkan Chelsea pastinya tidak asing dengan pemain berdarah Ghana ini. (X)
Siapa yang tidak mengenal Michael Essien, tentunya pecinta bola khususnya, fans Chelsea pastinya sudah tidak asing lagi. Michael Kojo Essien yang merupakan salah satu pemain andalan tim London tersebut. Mantan gelandang Real Madrid ini baru saja mengejutkan dunia dengan kedatangannya ke klub asal Bandung yaitu Persib.(√)
3. Jangan digunakan sebagai penempatan sumber artikel.
Contoh:
>> Lampung - Dilansir dari detikSport.com, Jadwal uji coba timnas Indonesia U-22 melawan myanmar dimajukan dari rencana semula, duel kedua tim juga hanya dihelat 1 pertandingan saja, yakni pada tanggal 21 maret 2017. (X)
Jadwal uji coba timnas Indonesia U-22 melawan Myanmar dimajukan dari rencana semula. Duel kedua tim juga hanya akan dihelat satu pertandingan saja. Pertemuan akan berlangsung pada 21 Maret 2017. (√)
4. Merepresentasikan judul
Contoh:
>>JUDUL: Ajaib Pantai Ini Bisa Menyala Tampak Indah Berkilau
Setelah posting fenomena alam yang unik dan menarik lautan terbelah ala kisah Nabi Musa, kini saya coba angkat masih di wilayah pantai, yaitu fenomena air pantai yang menyala saat malam hari. Kalo kita liat sebuah kota yang diapit danau atau perairan, kemudian pada malam hari air itu agak menyala bercahaya, itu disebabkan karena pantulan cahaya lampu perkotaan. Nah kalo pantai yang ini engga.
Fenomena alam bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Tidak terkecuali pada wilayah pantai. Air Pantai Puerto Mosquito di Puerto Rico dapat menyala pada malam hari. Uniknya, air pantai tersebut tidak terang karena lampu jalan seperti biasanya. (√)
5. Merupakan ringkasan dari konten
Contoh:
>> Media Inggris Tanggapi Negatif Kepindahan Essien ke Persib
Mantan gelandang Chelsea, Michael Essien, baru saja bergabung dengan Persib Bandung, yang menyita perhatian tidak hanya media lokal, namun juga luar negeri. Ada yang bernada positif, tapi salah satu media di Inggris memuat pemberitaan bernada negatif. (√)
Dalam pembahasan kali ini, akan disampaikan beberapa ragam paragraf pembuka/lead yang diharapkan dapat membuat konten yang dibuat penulis We-media dapat lebih bervariasi dan membuat para pembaca lebih tertarik untuk mengetahui isi artikel.
Di bawah ini ada tips untuk paragraf pembuka/lead:
Lead Ringkasan :
Lead ini hampir mirip dengan berita biasa, namun hal yang membedakannya ialah langsung menampilkan isi cerita.
Hampir sebagian penulis pemula menggunakan paragraf pembuka gaya ini karena dinilai paling mudah.
Lead ini langsung menjelaskan mengenai inti artikel di kalimat pertama.
Contoh: Prilly Latuconsina siap menyapa kembali para fans melalui serial terbaru yang akan tayang di Trans TV. Berperan sebagai Bawang Putih, sinetron ini dipastikan menampilkan ‘sisi lain’ dari seorang Prilly.
(Pada artikel yang berjudul "Suara Merdu Prilly Latuconsina Siap-Siap Bikin Baper Penonton Bawang Merah Bawang Putih!", penulis langsung menjelaskan mengenai inti dari artikel tersebut pada paragraf pertama).
Lead Paparan :
Mendeksripsikan topik secara menyeluruh pada paragraf pembuka, baik di paragraf pertama dan kedua.
Contoh: Pernikahan adalah salah satu momen yang paling dinantikan oleh setiap manusia di dunia ini. Namun apa jadinya jika pernikahan yang sudah dinantikan malah batal dilaksanakan, padahal acara lamaran dan tunangan sudah digelar. Setelah acara pertunangan digelar, 7 artis berikut ini malah gagal melangkah ke pelaminan, ini daftarnya.
(Pada artikel berjudul "Sudah Gelar Lamaran Tapi 7 Artis Ini Malah Gagal Menikah", penulis terlebih dahulu mengenai topik tersebut secara luas di awal kalimat. Setelah itu, baru mengkerucut ke inti dari artikel tersebut).
Lead Pertanyaan :
Lead ini menantang rasa ingin tahu pembaca, dengan catatan harus dipergunakan dengan tepat dan pertanyaan yang diajukan masih dalam batas kewajaran. Lead seperti ini sebaiknya satu alinea terdiri dari satu kalimat dan kalimat selanjutnya merupakan alinea baru.
Contoh: Pasti sudah pada tahu ‘kan buku The Naked Traveler? Bagi kalian yang suka traveling, pasti tahu buku ini. Kabar tentang digarapnya film yang diadaptasi dari buku-buku karya Trinity ini sudah merebak sejak beberapa waktu lalu.
(Pada artikel berjudul "Film ‘Trinity The Nekad Traveler’ Ajak Penonton Jalan-Jalan ke 5 Destinasi Super Keren Ini!", penulis memulai artikel dengan pertanyaan untuk memeriksa mengenai pengetahuan pembaca).
Lead Dialog :
Lead dialog atau percakapan digunakan untuk membawa pembaca atau menjadikan pembaca sebagai pihak ketiga dalam peristiwa yang disajikan dan akan membuat pembaca seakan terlibat dan menimbulkan emosi atau empati.
Ciri utama lead percakapan adalah penggunaan tanda kutip (“…”) yang diletakan pada paragraf pembuka dan beberapa paragraf selanjutnya.
Contoh:
“Ia ikhlas,” jelas pengacara Dono dalam jumpa pers pasca sidang cerai Ani dan sang klien.
Lead Epigram/Perumpamaan :
Lead jenis ini pada paragraf awalnya berupa perumpamaan. Namun harus diingat kalimat tersebut harusnya berhubungan atau sesuai dengan isi paragraf selanjutnya.
Contoh:
Sudah jatuh, tertimpa tangga. Demikian nasib Karsun yang kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Boru, Jumat (21/3/2017). Usahanya yang dibangun bertahuan bangkrut dan kini harus menghadapi dakwaan penipuan atas laporan para pelanggannya.
Lead Gabungan :
Anda dapat menggabungkan dua atau lebih lead pada tipe ini.
Contoh: Gabungan lead paparan dan dialog
“Saya tidak pernah mencuri uang rakyat satu rupiah pun, “ kata Bambang, Walikota Garut, sambil menghapus air matanya yang berlinang, dan menyeka keringat di keningnya.
Lead Menuding:
Pada lead ini, pembaca akan diajak terlibat dalam artikel. Penulis biasanya menggunakan sapaan seperti “Anda” atau “Saudara”.
Contoh:
“Nama Melly Goeslaw bukanlah nama yang asing bagi Anda penikmat musim Indonesia. Perempuan bernama lengkap Meliana Cessy Goeslaw ini sudah malang melintang di dunia tarik suara sejak tahun 1995, kala itu ia muncul dengan band Potret.”
Lead Penggoda:
Lead ini mencoba untuk ‘mengelabui’ pembaca dengan bergurau. Intinya, lead ini berusaha menarik perhatian pembaca dan meneruskan membaca sampai selesai.
Contoh:
Akhirnya tertangkap juga! Dia yang sering kali bikin gaduh dan gak tenang. Kini dia gak bisa ke mana-mana lagi. Warga pun akan jadi lebih tenang sekarang dengan tertangkapnya dia.
Lead Nyentrik:
Lead ini diawali dengan kalimat-kalimat nyentrik, seperti puisi atau kalimat-kalimat pendek. Penggunaan lead ini dapat membuat pembaca penasaran untuk membaca kelanjutan artikel.
Contoh:
“Batas
Semua perihal diciptakan sebagai batas
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain
Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin
Besok batas hari ini dan lusa
Bagi Anda penggemar film Ada Apa dengan Cinta 2, pasti sudah tidak asing lagi dengan penggalan puisi tersebut.”
Lead Pasak (Sebab Akibat):
Lead ini diawali dengan kalimat sebab-akibat. Penulis yang menggunakan awalan ini sebagai penarik perhatian pembaca agar meneruskan artikel.
Contoh:
“Seorang anggota legislatif Indonesia kembali harus berurusan dengan kepolisian. Bambang, pria dari daerah pemilihan Jawa Tengah 1 yang diduga melakukan tindak pidana korupsi atas pengadaan semen dan baru kali, diprediksi akan dijerat dengan hukuman 70 tahun penjara.”