“Mengapa tidak banyak orang yang mau membaca artikel saya?”, mungkin Anda juga memiliki masalah yang sama? Banyak orang yang sudah serius membaca banyak informasi dan menghabiskan banyak waktu untuk menulis, tetapi tetap saja volume baca artikelnya kalah dari penulis-penulis lain. Hari ini kita akan membahas cara menulis yang benar dari segi komposisi artikel. Banyak artikel yang baru dilihat sekilas tetapi sudah gagal menarik minat pembaca, kebanyakan karena tampilannya yang kurang nyaman dilihat.
Hari ini saya akan membagikan 6 teknik penyusunan komposisi artikel yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Anda, untuk membantu Anda memperbaiki kualitas artikel dan meningkatkan minat pembaca. Jangan anggap remeh komposisi artikel, ibarat cara berpakaian manusia, jika Anda terlihat mengenakan pakaian yang ketinggalan zaman, siapa yang tertarik untuk mengenal lebih dalam meskipun sebenarnya Anda memiliki wawasan yang luas?
1. Menambahkan sub-judul pada judul utama
Sub-judul berfungsi untuk memperjelas isi judul utama yang biasanya lebih abstrak, melalui sub-judul Anda dapat menjelaskan konten artikel dengan lebih spesifik, mirip dengan kata pengantar dalam sebuah buku. Misalnya dalam judul [Menambah Volume Baca Artikel Anda dalam Seketika --- 10 Teknik Pengaturan Komposisi Artikel yang Tidak Pernah Terpikirkan] , bagian depan menyampaikan tugas saya untuk mengajarkan Anda cara menulis artikel media online, bagian belakang menjelaskan bahwa artikel ini membahas 10 teknik pengaturan komposisi.
2. Mengosongkan 1 baris di antara setiap paragraf
Tujuan mengosongkan 1 baris antar paragraf adalah agar artikel Anda menjadi lebih enak dilihat. Tanpa disadari, hal kecil ini akan membuat Anda lebih semangat menulis. Anda harus menyukai karya tulis sendiri terlebih dulu, baru kemudian bisa membuat pembaca lainnya juga menyukai artikel Anda.
3. Awal dan akhir yang proposional
Bagian awal artikel sebaiknya jangan langsung membeberkan semua konten dan pemikiran; sedangkan bagian akhir sebaiknya dibuat lebih santai dan memberikan kesan seakan artikel belum berakhir. Dengan demikian, keseluruhan artikel akan lebih rapi, berirama dan nyaman dilihat.
4. Panjang paragraf maksimal 3.5 baris
Paragraf yang terlalu panjang akan membuat pembaca merasa asing. Orang zaman sekarang membaca dengan kecepatan sangat tinggi, paragraf yang pendek dapat membuat orang lebih menikmati proses membaca. Untuk itu, panjang maksimal dianjurkan tidak melebihi 3.5 baris.
5. Kalimat penting harus menggunakan font tebal
Dengan menggunakan font tebal pada kalimat penting, pembaca dapat langsung melihat kalimat mana saja yang penting meskipun belum membaca konten secara keseluruhan. Pembaca akan merasa senang jika Anda bisa membantu mereka menghemat waktu.
6. Penggunaan highlight
Ketika Anda menulis poin-poin yang bersifat kurang logis atau tidak terlalu saling berkaitan satu sama lain, akan lebih sulit untuk membuat pembaca bertahan sampai akhir artikel. Saat ini Anda harus menggunakan efek highlight seperti yang digunakan pada poin 1-6 pada artikel ini. Karena keenam poin ini tidak bersifat logis dan bisa bertukar posisi, maka efek highlight dapat membantu pembaca melihat poin tersebut dengan sangat jelas.