Pertanian telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Sebagai negara agraris, banyak komunitas di Nusantara menggantungkan hidup pada hasil bumi seperti padi, jagung, umbi-umbian, dan berbagai tanaman lainnya. Namun, ancaman hama seperti wereng, tikus, ulat, dan burung pemakan padi sering menjadi tantangan bagi petani. Sebelum hadirnya pestisida modern, masyarakat adat mengembangkan berbagai tradisi dan ritual untuk menjaga hasil panen tetap aman. Tradisi ini tidak hanya berfungsi secara simbolis, tetapi juga memperkuat kerja sama sosial, menjaga keseimbangan dengan alam, serta menjadi bagian dari sistem kepercayaan dan kearifan lokal.
Kalimantan Timur adalah rumah bagi banyak suku Dayak, salah satunya suku Dayak Kenyah —dikenal melalui kekayaan budaya dan seni tari tradisionalnya. Salah satu warisan paling ikonik adalah Tari Kancet Papatai (juga dikenal sebagai Kancet Pepatay), sebuah tarian perang yang menggambarkan keberanian tinggi dan semangat juang para pahlawan Kenyah saat menghadapi pertarungan antarkampung atau ancaman luar.